Perumahan didefinsikan
sebagai kumpulan beberapa rumah yang meyediakan sarana prasarana didalamnya dan
berbagai fasilitas pendukung lainnya. Namun tidak semua perumahan memiliki
fasilitas ataupun sarana dan prasarana yang sama. Dewasa ini perumahan menjadi
salah satu kebutuhan yang sangat penting dan pesat. Pembangunan perumahan yang
sudah mulai sejak zaman dulu telah mempermudah masyarakat untuk mendapatkan tempat
tinggal yang sesuai dengan kebutuhan ataupun keinginan masyarakat itu sendiri.
Oleh: Lasma Melinda Siahaan
198105006
Mahasiswi S3 Perencanaan Wilayah USU
A. Latar Belakang
Faktor utama yang mendorong
terjadinya pertumbuhan akan kebutuhan perumahan di Kota Medan adalah
pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Selain itu, dewasa ini potensi
pengembangan kota lebih dipengaruhi oleh daya tarik kota akibat adanya
akumulasi kegiatan usaha perekonomian bidang industri dan jasa pelayanan.
Perkembangan kota–kota besar maupun kecil seringkali bertambah luas bersamaan
kegiatan industri dan jasa tersebut menjadikan kota sebagai pasar tenaga kerja
yang memberikan keuntungan aglomerasi dan menyebabkan tingkat produktifitas dan
efisiensi yang tinggi.
Pasal 1 Undang – Undang Republik
Indonesia nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman
mendefinisikan perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman,
baik perkotaan maupun perdesaan, yang dilengkapi dengan prasarana, sarana dan
utilitas umum sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni (Ilhamy,
2015).
Menurut Sastra dan Marlina (2007)
dalam buku Perencanaan dan Pengembangan Perumahan mengutarakan perumahan
terbagi menjadi 3 jenis, yaitu : 1) perumahan sederhana, perumahan sederhana
merupakan jenis perumahan yang biasanya diperuntukkan bagi masyarakat yang
berpenghasilan rendah. 2) perumahan menengah, perumahan menengah merupakan jenis perumahan yang biasanya diperuntukkan
bagi masyarakat yang berpengahsilan
menengah dan menengah ke atas. 3) perumahan
mewah, perumahan mewah merupakan jenis perumahan yang dikhusukan bagi
masyarakat yang berpenghasilan tinggi.
Isu strategis pembangunan
permukiman perkotaan terbagi menjadi empat sektor, yaitu pengembangan permukiman, penataan bangunan dan lingkungan,
pengembangan air minum serta pengembangan penyehatan lingkungan permukiman yang
terdiri dari air limbah, persampahan dan drainase. Penjabaran isu-isu strategis
yang mempengaruhi penjabaran kondisi eksisting sebagai baseline awal perencanaan
serta permasalahan dan tantangan yang harus diantisipasi (RP2KPKP, 2010).
Oleh karena itu, pembangunan
prasarana dan sarana pembangunan perumahan di Kota Medan dalam 20 tahun ke
depan, merupakan bagian integral dari pembangunan kota. Penyediaan prasarana
dan sarana dalam pembangunan perumahan akan sangat menentukan upaya
meningkatkan produktivitas pembangunan kota, sekaligus mewujudkan kemajuan,
kemakmuran, dan kesejahteraan warga kota yang semakin baik.
B. Rumusan Masalah
- Bagaimana dampak pembangunan perumahan terhadap terciptanya tata ruang dan letak bangunan perumahan di Kota Medan?
- Bagaimana dampak pembangunan perumahan terhadap pembuatan sanitasi yang mendukung kesehatan di Kota Medan?
- Bagaimana dampak pembangunan perumahan terhadap penataan ruang terbuka hijau di Kota Medan?
- Bagaimana dampak pembangunan perumahan terhadap keteraturan penataan pajak perumahan di Kota Medan?
- Bagaimana dampak pembangunan perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Medan?
C. Tujuan Penelitian
- Perencanaan pembangunan perumahan yang mendukung terciptanya tata ruang dan letak bangunan perumahan yang kondusif di Kota Medan.
- Perencanaan pembangunan perumahan guna penciptaan sanitasi yang mendukung kesehatan di Kota Medan.
- Perencanaan pembangunan perumahan yang mendukung penataan ruang terbuka hijau di Kota Medan.
- Perencanaan pembangunan perumahan yang mendukung keteraturan penataan pajak perumahan di Kota Medan.
- Perencanaan pembangunan perumahan yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Medan.
D. Novelty
Pembangunan perumahan yang memberikan dampak positif terhadap
tata ruang dan letak bangunan, sanitasi, tata ruang terbuka hijau, penataan
pajak dan pertumbuhan ekonomi di Kota Medan.
E. Kerangka Berpikir
F. Kerangka Konsep
G. Hipotesis
- Pembangunan perumahan mendukung terciptanya tata ruang dan letak bangunan perumahan yang kondusif di Kota Medan.
- Pembangunan perumahan mendukung penciptaan sanitasi yang baik untuk kesehatan di Kota Medan.
- Pembangunan perumahan mendukung penataan ruang terbuka hijau di Kota Medan.
- Pembangunan perumahan mendukung keteraturan penataan pajak perumahan di Kota Medan.
- Pembangunan perumahan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Medan.
Referensi:
Ilhamy, Faizah. 2015. Kajian
Bentuk Perumahan Di Kota Medan, Studi Kasus: Perumahan Bukit Hijau Residence
(BHR) dan Perumahan Golden Palace. Fakultas Teknik USU.
RP2KPKP. 2010. Kebijakan
Pembangunan Perumahan Kota Medan.
Sastra, Suparno., Marlina, Endy. 2007. Perencanaan
dan Pengembangan Perumahan. Yogyakarta: Andi Offset.